Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

"Hargai Apa Yang Kita Miliki"

Diposting oleh adi_true | Kamis, September 10, 2009 | | 0 komentar »

Dear Friends,

Pernahkah Kalian mendengar kisah Helen Kehler?
Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan dalam kondisi
buta dan tuli. Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa
membaca, melihat, dan mendengar.

Nah, dalam kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan.

Tidak ada seorangpun yang menginginkan lahir dalam kondisi
seperti itu. Seandainya Helen Kehler diberi pilihan, pasti
dia akan memilih untuk lahir dalam keadaan normal. Namun
siapa sangka, dengan segala kekurangannya, dia memiliki
semangat hidup yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang
legendaris.

Dengan segala keterbatasannya, ia mampu memberikan motivasi
dan semangat hidup kepada mereka yang memiliki keterbatasan
pula, seperti cacat, buta dan tuli.

Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti dirinya mampu
menjalani kehidupan sebagaimana manusia normal lainnya,
meski itu teramat sulit dilakukan.

Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah diucapkan Helen
Kehler:

"It would be a blessing if each person could be blind and
deaf for a few days during his grown-up live. It would make
them see and appreciate their ability to experience the joy
of sound".

Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah bila setiap
orang yang sudah menginjak dewasa itu mengalami buta dan
tuli beberapa hari saja. Dengan demikian, setiap orang akan
lebih menghargai hidupnya, paling tidak saat mendengar
suara!

Sekarang, coba bayangkan sejenak....

......menjadi seorang yang buta dan tuli
selama dua atau tiga hari saja!

Tutup mata dan telinga selama rentang waktu tersebut.
Jangan biarkan diri kita melihat atau mendengar apapun.
Selama beberapa hari itu kita tidak bisa melihat
indahnya dunia, tidak bisa melihat terangnya
matahari, birunya langit, dan bahkan kita tidak bisa
menikmati musik/radio dan acara tv kesayangan!

Bagaimana? Apakah beberapa hari cukup berat?
Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?

Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja, bahwa
betapa sering kita terlupa untuk bersyukur atas apa yang
kita miliki. Kesempurnaan yang ada dalam diri kita.

Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah keluhan
demi keluhan. Hingga tidak pernah menghargai apa yang
sudah kita miliki. Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki
merupakan kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati oleh
orang lain.

Ya! Kemewahan untuk orang lain!

Coba kita renungkan, bagaimana orang yang tidak
memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah kemewahan yang
luar biasa baginya.

Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia diijinkan
bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin akan mampu
melakukan banyak hal, termasuk membuat sebuah tulisan yang
menarik.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita mampu
menghargai apa yang kita miliki, hal-hal yang sudah ada
dalam diri kita, tentunya kita akan bisa memandang hidup
dengan lebih baik.

Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah!

Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif dan
menjadi seorang manusia yang lebih baik. :-)
»§«•´¯`•.,¸¸,»» Oleh Anne Ahira

Pendidikan Anak

Diposting oleh adi_true | Selasa, September 08, 2009 | | 0 komentar »

Meremehkan Pendidikan Anak
Sebagian orang tua ada yang menganggap pendidikan sebagai masalah yang sepele, mereka menelantarkan pendidikan anaknya dengan tanpa ada beban sedikit pun. Mereka beranggapan bahwa tugasnya hanyalah memenuhi kebutuhan makan, minum, pakaian dan tempat tinggal. Mereka lupa firman Allah subhanahu wata’ala, artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (at-Tahrim:6). Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata mengomentari ayat ini, ” Ajarilah mereka dan didiklah mereka.”

Demikian juga Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda,
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Barang siapa yang melalaikan pendidikan anaknya dengan hal-hal yang bermanfaat serta meninggalkannya secara sia-sia, maka berarti telah berbuat buruk kepada anak seburuk-buruknya. Kebanyakan anak menjadi rusak adalah disebabkan orang tuanya, karena tidak adanya perhatian kepada mereka, serta tidak diajarkan kepada mereka kewajiban-kewajiban agama dan sunah-sunnahnya.”

Terlalu Ketat
Ini kebalikan dari kekeliruan di atas, seakan-akan orang tua adalah seorang pengawas yang selalu memonitor seluruh kegiatan anak tanpa mempedulikan perkembangan kepribadian si anak. Seluruh pendapat orang tua harus diterima dan si anak tidak boleh memiliki pilihan lain kecuali mengikuti dan taat secara membabi buta.

Kesalahan dalam hal ini menyebabkan dampak negatif sebagai berikut:

* Lemahnya kepribadian anak dan hilangnya rasa percaya diri.

* Anak akan menderita.

* Melemahnya daya kreativitas anak.

· Penyimpangan setelah anak tumbuh besar, yaitu dia merasa terbebas dari belenggu yang selama ini mengikatnya sehingga dia akan enggan menerima berbagai ketentuan dan tekanan meskipun ketentuan tersebut adalah berupa kebaikan dan kebenaran.

* Menyebabkan anak menderita sakit, baik fisik atau psikologis.

Metode pendidikan yang baik menekankan supaya anak diberikan kebebasan dalam hal yang berkaitan dengan urusan khusus mereka, baik dalam mengambil keputusan, mengemukakan keinginan atau pendapat dan tanggung jawab. Tetapi dengan catatan bahwa semua itu harus dalam koridor perilaku yang baik dan adab yang mulia yang senantiasa harus ditanamkan dalam jiwa si anak.

Tidak Konsisten
Orang tua adalah orang yang memberikan pengaruh pertama kali kepada anak, dan banyak menanamkan sifat atau kebiasaan kepada mereka. Jika orang tua berakhlak dengan akhlak dan perilaku yang baik, maka anak akan terpengaruh dengan sifat-sifat positif tersebut. Namun jika ada pertentangan, di satu sisi orang tua menyuruh sesuatu namun ia melakukan yang sebaliknya (inkonsisten), maka itu akan memberikan dampak negatif bagi anak.

Di antara sikap tidak konsisten yang dimaksudkan misalnya orang tua menyuruh jujur namun dia sendiri sering bohong, menyuruh menepati janji namun dia sering ingkar janji, menyuruh shalat tetapi dia sendiri meninggalkannya, atau melarang dari merokok tetapi dia justru merokok dan lain sebagainya.

Keras Hati
Anak harus diperlakukan dengan lembut, santun dan kasih sayang, dan ini merupakan petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam memperlakukan anak kecil. Diriwayat-kan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mencium al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhu, sedang di sisinya ada al-Aqra’ bin Habis, maka al-Aqra’ berkata, “Sesungguhnya aku mempunyai sepuluh anak, tetapi aku tidak pernah mencium salah seorang pun dari mereka.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memandang kepadanya lalu bersabda, “Barangsiapa tidak mengasihi maka tidak akan dikasihi.” (Muttafaq ‘alaih)

Pada masa lalu orang beranggapan bahwa kekerasan dan pukulan akan menumbuhkan kekuatan, keberanian dan sikap jantan kepada anak-anak, lalu akan menjadikan mereka mampu memikul beban dan bersikap mandiri. Namun ternyata ini adalah anggapan yang keliru, sebab kekerasan akan memberikan bekas psikologis yang menyakitkan pada diri anak. Lalu mendorang si anak menjadi pembangkang dan suka melawan, serta menghalangi mereka untuk sampai pada kematangan berpikir. Juga menyebabkan mereka merasa dihinakan, dilecehkan sehingga kehilangan rasa kemuliaan dirinya.

Ini bukan berarti larangan untuk memberikan sanksi kepada anak, bahkan terkadang perlu untuk memberikan sanksi kepada mereka namun dengan catatan hukuman tersebut tidak melewati batas-batas norma kasih sayang kepada anak.

Meremehkan Kemungkaran
Meremehkan kemungkaran sering dilakukan oleh orang tua, dengan alasan bahwa si anak masih kecil, nanti kalau sudah besar dia akan tahu sendiri dan meninggalkannya. Hal ini tidak benar, sebab membiasakan anak dengan sesuatu di masa kecil menyebabkan dia sulit untuk meninggalkannya ketika sudah besar.

Di antara bentuk keteledoran dalam hal ini adalah tidak meng-anjurkan shalat kepada anak-anak serta tidak perhatian terhadapnya. Meskipun orang tua rajin shalat tetapi membiarkan anak tidak shalat adalah kesalahan. Demikian juga membiasa-kan mereka mendengarkan musik, meniru kebiasaan dan pakaian orang kafir, terobsesi dengan popularitas para artis dan lain sebagainya.

Statis Dalam Pendidikan
Orang tua tidak boleh statis dalam mendidik anak, dengan tanpa ada kemajuan dan pembaharuan sesuai dengan tuntutan zaman. Sebagian orang ada yang hanya mengajari anak dengan ketrampilan atau pengetahuan yang bersifat turun temurun. Mereka enggan dengan ketrampilan modern seperti komputer, bahasa asing, berpidato, menulis atau bela diri modern.

Ini menyebabkan anak ketinggalan oleh temannya yang telah mempelajari ketrampilan-ketrampilan tersebut. Akibatnya anak merasa rendah diri dan tidak percaya diri untuk bergaul dengan teman-temannya yang unggul dalam berbagai aspek.

Tidak Mengakui Kesalahan
Terkadang ada orang tua yang menghukum anak secara zhalim, ada pula di antara mereka yang menuduh anaknya melakukan ini dan itu padahal tidak melakukannya, ada pula yang memukul anaknya dengan sebab pengaduan bohong dan lain sebaginya. Kemudian setelah itu orang tua tahu bahwa dirinya adalah yang salah dalam mengambil tindakan, tetapi dia tidak mau minta maaf kepada si anak, tidak mengakui kesalahannya, seakan-akan anaknya tidak punya hak apa-apa, tidak punya kemuliaan dan perasaan.

Ini merupakan perilaku yang salah, yang dapat menumbuhkan sifat buruk pada diri anak seperti besar kepala, ghurur (sok), meskipun dia bersalah. Padahal jika orang tau mau minta maaf kepada anaknya, maka ini merupakan tindakan yang baik karena secara tidak langsung anak dididik untuk merubah kesalahan, sehingga dia pun akan mengikuti perilaku ini, tunduk kepada kebenaran, mengakui kesalahan dan toleran kepada orang lain.

Mengambil Keputusan Sendiri
Misalnya seorang ayah tidak melakukan musyawarah bersama anggota keluarga dalam memutuskan hal-hal yang terkait dengan urusan keluarga. Kalau ada anggota keluarga yang protes atau tidak mau mengikuti keputusan tersebut maka si ayah akan mengancam begini dan begini.

Sikap otoriter dalam keluarga adalah tidak benar, yang baik adalah mengumpulkan seluruh anggota keluarga lalu bermusyawarah, masing-masing mengemukakan pendapatnya dan terakhir dipilih pendapat yang paling baik dan tepat.

Tidak Diajari Menghormati Privasi
Anak hendakya diajari hal-hal yang berkaitan dengan masalah pribadi dan khusus. Seperti harus meminta izin jika mau masuk kamar orang tua, terutama dalam waktu-waktu istirahat. Begitu juga diajari supaya tidak masuk ke tempat-tempat orang lain tanpa izin, tidak boleh membuka sesuatu yang tertutup yang bukan miliknya, baik pintu rumah, almari, buku, dompet, tas dan lain sebagainya.

Orang tua pun harus memulai dari dirinya lebih dahulu, misalnya mengetuk pintu jika mau masuk kamar anaknya, menutupi rahasianya, dan menghormati hak-hak dan milik pribadinya.

Menjauhkan Anak dari Majlis Orang Dewasa
Sebagian orang tua memandang aib jika seorang anak terlibat dalam majlis orang dewasa. Dalam kondisi tertentu hal ini dibenarkan, namun terkadang anak perlu untuk dilibatkan dalam majlis orang dewasa supaya dapat mengambil manfaat, belajar dan untuk menum-buhkan sikap percaya diri mereka.

Metode pendidikan Islam menunjukkan bahwa seorang anak tidak dilarang untuk bergabung bersama orang dewasa, baik dalam majlis-majlis, di masjid, dalam perjalanan atau perkumpulan lainnya. Dengan ini anak dapat bertambah pengalaman, ikut andil dalam pekerjaan dan melatih diri untuk memikul tanggung jawab. Wallahu a’lam.
Sarah VI

Blogged with the Flock Browser

CANGKIR YANG CANTIK

Diposting oleh adi_true | Senin, September 07, 2009 | | 0 komentar »

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah
toko suvenir untuk mencari
hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka
tertuju kepada sebuah cangkir
yang cantik.
"Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada
suaminya. "Kau benar, inilah
cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si
kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba
cangkir yang dimaksud
berbicara "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu
diketahui bahwa aku
dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang
dikagumi, aku hanyalah
seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun
suatu hari ada seorang
pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke
sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku
merasa pusing. Stop ! Stop !
Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata "belum !"
lalu ia mulai menyodok
dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop !
teriakku lagi. Tapi orang ini
masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan
teriakanku. Bahkan lebih buruk
lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas !
Panas ! Teriakku dengan
keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang
ini berkata "belum !"

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan
membiarkan aku sampai
dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh
ternyata belum. Setelah
dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda
dan dan ia mulai mewarnai
aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku
berteriak.

Wanita itu berkata "belum !" Lalu ia memberikan
aku kepada seorang pria dan
ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih
panas dari sebelumnya!
Tolong! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis
aku berteriak
sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan
teriakanku.Ia terus
membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku
dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik
mengangkatku dan
menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku.
Aku terkejut sekali. Aku
hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri
sebuah cangkir yang
begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku
yang lalu menjadi sirna
tatkala kulihat diriku.

Renungan :

Seperti inilah Tuhan membentuk kita. Pada saat
Tuhan membentuk kita,
tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan,
dan banyak air mata.Tetapi
inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah
kita supaya menjadi cantik
dan memancarkan kemuliaan-Nya.

"Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu
jatuh ke dalam berbagai
pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap
kita menghasilkan
ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh
buah yang matang supaya
Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan
suatu apapun."

Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan
kecil hati, karena Dia
sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan ini
memang menyakitkan tetapi
setelah semua proses itu selesai, Anda akan
melihat betapa cantiknya Tuhan
membentuk Anda.
Sumber : Tidak Diketahui

Paradoks Hidup Ini

Diposting oleh adi_true | Senin, September 07, 2009 | | 0 komentar »

Paradoks sejarah waktu kita yaitu dimana kita punya gedung-gedung yang lebih tinggi tapi punya watak yang pendek; punya lebih lebar jalan-jalan tapi berpandangan sempit.

Kita menghabiskan banyak waktu, tapi hanya mendapatkan sedikit; kita membeli lebih banyak tapi menikmati lebih sedikit. Kita memiliki rumah yang lebih besar tapi dengan keluarga yang "kecil"; lebih banyak kesempatan tapi lebih sedikit waktu; kita punya lebih banyak parameter tapi sedikit perasaan; lebih banyak ilmu tapi sedikit pertimbangan; lebih banyak ahli tapi lebih banyak masalah; lebih banyak obat tapi sedikit kesehatan.

Kita minum berlebihan, merokok berlebihan, menghabiskan banyak kesembronoan, terlalu sedikit tertawa, mengemudi terlalu cepat, lebih cepat marah, bangun lebih telat, sangat sedikit membaca, terlalu banyak nonton TV, dan berdoa terlalu sedikit. Kita punya banyak barang milik pribadi tapi kita kehilangan nilai-nilai.

Kita berbicara terlalu banyak, sedikit cinta, dan terlalu sering membenci.

Kita telah belajar bagaimana caranya hidup, tapi tidak hidup. Kita telah melewati umur untuk hidup, bukannya hidup melewati umur. Kita semua telah berada pada jalan ke bulan dan kembali, tapi punya masalah untuk menyebrang jalan menemui tetangga baru.

Kita terus mencoba mengekpslorasi ruang angkasa, tapi melupakan bumi, merusak bumi. Kita telah melakukan sesuatu yang besar, tapi tidak yang lebih baik.

Kita telah membersihkan udara tapi tetap membuat polusi pada jiwa. Kita telah memisahkan atom tapi tidak memisahkan prasangka. Kita menulis lebih banyak, tapi belajar lebih sedikit.

Kita banyak merencanakan, tapi sedikit menyelesaikan. Kita telah belajar dari kesibukan, tapi tidak belajar untuk menunggu. Kita membuat banyak komputer untuk menghimpun dan memperbanyak informasi tapi kita kehilangan komunikasi.

Terlalu banyak makanan 'fast food' tapi pencernaan tetap saja lambat; lebih banyak orang besar tapi berkarakter kecil; banyak keuntungan tapi dangkal hubungan.

Lebih sering terdengar perdamaian dunia tapi juga semakin banyak perang domestik, banyak waktu terluang tapi sedikit kebahagian; lebih banyak macam makanan tapi lebih sedikit nutrisi.

Lebih banyak keluarga dengan dua pendapatan tapi lebih banyak perceraian; lebih banyak rumah keren tapi banyak yang 'broken home'; lebih banyak cara cepat tapi banyak juga popok dibuang, dibuangnya moralitas, kelebihan berat bandan, dan pil- pil yang menenangkan tapi juga membunuh.

Inilah waktu dimana begitu banyak barang terlihat di jendela tapi tak ada dalam stok, Waktu dimana teknologi dapat membawa tulisan ini kepada kita dan waktu dimana kita dapat memilih untuk menyebarkan ini atau menghapusnya.

ini membuktikan kita terlalu sulit untuk bersikap adil. berfikir keras untuk memecahkan satu hal tapi melupakan hal yang lain

sumber: Sejagat.com

Berpikir Sederhana

Diposting oleh adi_true | Senin, September 07, 2009 | | 0 komentar »

Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penyerat, tetapi menunggu di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-binatang buruan.

Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, "untuk apa merepotkan diri dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor rusa besar yang saya incar?"

Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia berpikir, "Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan, sia-sia." Agak lama pemburu menunggu. Tiba-tiba terdengar langkah-langkah kaki binatang mendekat, pemburupun mulai siaga penuh,tetapi ternyata, ah... kijang. Ia pun membiarkannya berlalu. Lama sudah ia menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur.

Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak, Rusa!!!" sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.

Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarang orang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.

Demikian juga dengan seseorang yang mengidamkan pasangan hidup, yang mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang alim, baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, harus puas dengan tidak menemukan siapa-siapa.

JALUR KERETA

Diposting oleh adi_true | Senin, September 07, 2009 | | 0 komentar »

Sekelompok anak kecil sedang bermain di dekat dua jalur kereta api. Jalur
yang pertama adalah jalur aktif (masih sering dilewati KA), sementara jalur
kedua sudah tidak aktif. Hanya seorang anak yang bermain di jalur yang
tidak aktif (tidak pernah lagi dilewati KA), sementara lainnya bermain di
jalur KA yang masih aktif.

Tiba-tiba terlihat ada kereta api yang mendekat dengan kecepatan tinggi.
Kebetulan Anda berada di depan panel persimpangan yang mengatur arah KA
tersebut. Apakah Anda akan memindahkan arah KA tersebut ke jalur yang sudah
tidak aktif dan menyelamatkan sebagian besar anak kecil yang sedang
bermain. Namun hal ini berarti Anda mengorbankan seorang anak yang sedang
bermain di jalur KA yang tidak aktif. Atau Anda akan membiarkan kereta
tersebut tetap berada di jalur yang seharusnya?

Mari berhenti sejenak dan berpikir keputusan apa yang sebaiknya kita ambil

Sebagian besar orang akan memilih untuk memindahkan arah kereta dan hanya
mengorbankan jiwa seorang anak. Anda mungkin memiliki pilihan yang sama
karena dengan menyelamatkan sebagian besar anak dan hanya kehilangan
seorang anak adalah sebuah keputusan yang rasional dan dapat disyahkan baik
secara moral maupun emosional.

Namun sadarkah Anda bahwa anak yang memilih untuk bermain di jalur KA yang
sudah tidak aktif, berada di pihak yang benar karena telah memilih untuk
bermain di tempat yang aman? Disamping itu, dia harus dikorbankan justru
karena kecerobohan teman-temannya yang bermain di tempat berbahaya.

Dilema semacam ini terjadi di sekitar kita setiap hari. Di kantor, di
masyarakat, di dunia politik dan terutama dalam kehidupan demokrasi, pihak
minoritas harus dikorbankan demi kepentingan mayoritas. Tidak peduli betapa
bodoh dan cerobohnya pihak mayoritas tersebut. Nyawa seorang anak yang
memilih untuk tidak bermain bersama teman-temannya di jalur KA yang
berbahaya telah dikesampingkan. Dan bahkan mungkin tidak kita tidak akan
menyesalkan kejadian tersebut.

Seorang teman yang men-forward cerita ini berpendapat bahwa dia tidak akan
mengubah arah laju kereta karena dia percaya anak-anak yang bermain di
jalur KA yang masih aktif sangat sadar bahwa jalur tersebut masih aktif.
Akibatnya mereka akan segera lari ketika mendengar suara kereta mendekat.
Jika arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif maka seorang anak
yang sedang bermain di jalur tersebut pasti akan tewas karena dia tidak
pernah berpikir bahwa kereta akan menuju jalur tersebut. Disamping itu,
alasan sebuah jalur KA dinonaktifkan kemungkinan karena jalur tersebut
sudah tidak aman. Bila arah laju kereta diubah ke jalur yang tidak aktif
maka kita telah membahayakan nyawa seluruh penumpang di dalam kereta. Dan
mungkin langkah yang telah ditempuh untuk menyelamatkan sekumpulan anak
dengan mengorbankan seorang anak, akan mengorbankan lagi ratusan nyawa
penumpang di kereta tersebut.

Kita harus sadar bahwa HIDUP penuh dengan keputusan sulit yang harus
dibuat. Dan mungkin kita tidak akan menyadari bahwa sebuah keputusan yang
cepat tidak selalu menjadi keputusan yang benar. "Ingatlah bahwa sesuatu
yang benar tidak selalu populer dan sesuatu yang populer tidak selalu
benar".

Kekasih Sejati

Diposting oleh adi_true | Senin, September 07, 2009 | | 0 komentar »

Manusia, makhluk Tuhan termulia di muka bumi ini, diciptakan dari sepasang insan yang saling Cinta. Lahir dengan tangis yang menandakan bahwa hidup penuh dengan perjuangan, banyak onak dan duri...
Pernahkah kita sadari kehidupan ini merupakan anugerah yang terbesar yang Allah
berikan kepada kita ?. Bisa kuliah, bekerja, dan berkumpul dengan teman-teman,
berbagi cerita, tawa dan canda serta derita yang mewarnai kehidupan ini ...
Pernahkah kita bertanya, untuk apa kita hidup di muka bumi ini ? ...pernahkah
kita merasa punya arti dan berarti bagi orang lain, merasa dibutuhkan,
setidak-tidaknya bagi orang-orang yang dekat dalam kehidupan kita ?
Pernahkah kita sadari, kita bisa bertahan hidup sampai detik ini tak lain
karena Cinta, Cinta dari Allah Swt. Kita akan lebih sadar jika jauh dari
Orangtua. Manakala orang-orang yang kita cintai meninggalkan kita. Manakala
kita sunyi tak berteman. Manakala kita merasa hampa dalam kehidupan. Tak
satupun yang abadi kecuali Cinta Allah pada kita, hamba-hamba_Nya. Tidakkah
kita rindu untuk selalu berada di dekat_Nya ?
(Rasulullah Saw, beliau selalu rindu untuk bertemu Allah Swt, mendengar suara
Azan yang di "Senandung'kan Bilal. "Shalat, adalah kesenangan hidupku". Kata
Beliau (Hamba terkasih Allah Swt).
Sekarang wahai saudaraku, hamba-hamba yang dianugerahi iman dan Islam.Siapkan
hari-harimu, isi dengan hal-hal yang berguna dan bermanfaat baik bagi
temanmu,masyarakat luas, bangsa dan negara. Apalagi semata-mata hanya untuk
mencari Ridha Allah Swt, semua itu sebagai tanda Cinta dan rasa syukur kita,
yang telah diberikan_Nya anugerah yang begitu banyak.
Waktu semakin cepat, apabila kita tidak memanfaatkannya dengan hal-hal yang
berguna, kita akan tergilas masa !!!. Berjanjilah untuk jadi yang lebih baik
dari sekarang. Dan terbaik di hadapan_Nya.
Karena Cintamu, tidakkah seseorang itu senantiasa ingin tampak baik saat
bertemu kekasihnya ???!!!. Jadikan Allah ?Kekasih Sejati? dalam hidupmu.
Kemana Akan Dicari Gantinya???
Yaa ikhwany wa akhwaty tercinta rahimakumullah...Tahukah engkau apakah "mutiara
yang terindah" yang diberikan Allah Swt kepadamu??? Itulah "kesucian"...
Kita dilahirkan dalam keadaan suci bersih, bagai selembar kertas putih tak
bernoda, dan dengan sayangnya Alah Swt berkata:
Fitratallaahillatii fatarannaasa 'alaihaa.(Tetaplah atas) fitrah Allah yang
telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. (QS. Ar Rum 30:30)
Wahai hamba-hamba terkasih Allah Swt..(QS. Al Maidah 5:54).
Sang Maha pencipta kita berpesan:
Laa taqrabuz zinaa innahuu kaana faahisyah, wasaa a sabiilaa.Janganlah kamu
mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan jalan yang
sangat buruk. (QS. Bani Israil 17:32)
Dan Nabiyallah, yang sangat menyayangi dan mencintai kita (QS. At Taubah
9:128)berkata :
Bani Adam (manusia) tidak dapat menghindar dari perbuatan (yang
menghantarkannya kepada) zina, yang pasti akan menimpanya, yaitu zina mata
adalah dengan melihat, zina telinga adalah dengan mendengar, zina lidah adalah
dengan ucapan, zina tangan adalah dengan bertindak kasar, zina kaki adalah
dengan berjalan. (Dalam hal ini), hati lah yang punya hajat dan cenderung
(kepada perbuatan-perbuatan tersebut), dan farji (kelamin) yang menerima atau
menolaknya.
Tidakkah takut diri kita ???
Sungguh!!! seluruh anggota-anggota tubuh ini akan ditanya satu-satu apa yang
telah dilakukannya, dan sesungguhnya pada hari itu kelak mereka pandai
berkata-kata. Sehingga kita termangu tak berdaya dibuatnya.
Al yauma nakhtimu 'alaa afwaa hihim, watukallimunaa aydiihim, watasyhadu
arjuluhum bimaa kaanuu yaksibuun.Pada hari ini Kami tutup mulut-mulut mereka,
dan berkata kepada Kami tangan-tangan mereka dan memberikan kesaksian kaki-kaki
mereka terhadap apa yang mereka usahakan (dahulu).(QS. Yaasiin 36:65)
Waqaaluu lijuluudihim lima syahid tum 'alainaa. Qaaluu an-taqanallaahul lazii
an-taqa kulla syai in, wahuwa khalaqakum awwalu marrah, wailaihi turja 'uun.
Dan mereka berkata kepada kulit-kulit mereka :"Mengapa kamu menjadi saksi atas
kami?" kulit mereka menjawab, "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai
berbicara, dan Dialah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama, dan
kepada_Nyalah kamu dikembalikan. (QS. Fushshilat 41:21)
Wamaa kun-tum tastatiruuna an-yasyhada 'alaikum sam 'ukum walaa absaarukum,
walaa juluudukum walaakin-zanan-tum annallaaha laa ya'lamu kasiiran-mimmaa
ta'maluun.Dan tidaklah kamu dapat bersembunyi dari persaksian pendengaranmu,
penglihatanmu dan kulit-kulitmu terhadapmu, bahkan kamu mengira bahwasanya
Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan. (QS. Fushshilat
41:22).
Dunia ini telah sangat sarat dengan keduniawiannya, sungguh jika kita tiada
hati-hati menyikapinya, mudah saja kita jatuh dalam arti kehilangan fitrah
sebagaimana mestinya...
Karena itu, Ku mohon padamu...(kita semua...) Tolong dijaga "mutiara
terindahmu" wahai akhi..., Tolong dijaga "mutiara terindahmu" duhai ukhty...,
Jangan nodai dia!!!
Demi Allah, sungguh !!! diri kita sendiri yang akan histeris jikamendapati
kesucian itu hilang, terbang bagai angin... Kemana Akan Dicari Gantinya???...
Tak merasa perihkah kita? (jika kita dapati jasad yang mulanya jijik, dan
dimuliakan_Nya, kemudian kita kotori kembali???) Tidakkah kita sadari siapa
kita ini sebenarnya dan dari apa asal kita ?
Huwal lazii khalaqakum min-turaabin, summa min nutfatin, summa min 'alaqatin,
summa yukhrijukum tiflan, summa litablughuu asyuddakum, summa litakuunuu
syuyuukhaan, wamin-kum man-yutawaffaa min-qablu, walitablughuu
ajalaan-musamman, wala 'allaqum ta'qiluun.Dialah yang menciptakan kamu dari
tanah kemudian dari setetes air mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian
Dia mengeluarkan kamu sebagai anak kecil, kemudian dibiarkan hidup supaya kamu
sampai pada masa dewasa, kemudian (dibiarkan) hidup supaya kamu menjadi tua.
Dan diantara kamu ada orang yang diwafatkan sebelum itu, dan kamu dibiarkan
hidup supaya kamu sampai pada waktu yang telah ditentukan, dan supaya kamu
mengerti. (QS. Al Mu?min 40:67).
Jika mutiara berharga itu telah sirna... Mampukah lagi diri ini menatap dunia?,
Mampukah lagi kita berdiri, bangkit dan bangun membawa "jiwa dan raga" yang
telah berganti tak ubahnya najis yang ditakuti semua insan dunia ini???
Nun disekitar kita..., sekarang, kemarin dan jaman dahulu kala, masih ada saja
yang "khilaf akan dirinya". Sungguh sangat disayang, seribu kali sayang.
Tidakkah terbayang murkanya Allah akan perbuatan tersebut???.
Azzaaniyatu wazzaanii fajliduu kulla waahidin-minhumaa mi ata jaldah,walaa
ta'khuzkum bihimaa ra'fatun-fii diinillaahi in-kun-tum tu'minuuna billaahi
walyaumil aakhir, walyasyhad 'azaabahumaa thaa ifatum minal mu'miniin.
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap
seorang dari keduanya seratus (kali) dera, dan janganlah belas kasihankepada
keduanya mencegah kamu untuk menjalankan agama Allah, jika kamu beriman kepada
Allah dan hari akhirat, dan hendaklah pelaksanaan hukuman keduanya itu
disaksikan oleh segolongan orang-orang yang beriman. (QS. An Nur 24:2)
Dan Rasulullah berkata tegas :
Dari 'Ubadah bin Shamid r.a., katanya Rasulullah Saw bersabda :"Laksanakanlah
hukumku! Laksanakanlah hukumku! Sesungguhnya Allah telah menetapkan hukum bagi
mereka yang berzina. Apabila bujang dan gadis (sama-sama belum kawin),
hukumannya dera 100 kali dan penjara satu tahun. Apabila janda dan duda
(sama-sama sudah kawin) yang berzina, hukumannyadera seratus kali dan rajam
sampai mati.
Tetapi tidaklah di negeri dan bangsa ini (Indonesia). Yang kita dapati bukanlah
"pelaksanaan Hukuman Allah yang sedemikian tegas dan jelas itu". Padahal umat
islamnya sendiri mengaku mencintai Tuhan dan Nabinya. Jadi, mana bukti cintamu
???:
Suuratun an-zalnaahaa wafaradnaahaa wa anzalnaa fiihaa aayaatin-bayyinaatin-la
'allakum tazakkaruun. Ini adalah suatu surat yang Kami turunkan dan Kami
wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada didalamnya), dan Kami turunkan
didalamnya ayat-ayat yang jelas, supaya kamu memperhatikan. (QS. An Nur 24:1)
Dengan gampangnya diantara kita menikahkan saja mereka-mereka yang berzina, dan
hamil, Untuk menutupi aib yang diperbuatnya. astafirughlaahul aziim. (Ya
Allah..apakah jasad itu tiada punya rasa malu?, apakah batinnya tidak
menjerit?) padahal keduanya mengaku beriman kepada_MU dan Rasul_MU.
Sungguh tidak akan pernah terjadi perkawinan tersebut (dengan kata lain)
tidaklah syah.
Sebagaimana firman_Nya:Laa ta'zimuu 'uqdatan-nikaahi hattaa yablughal kitaabu
ajalah.Janganlah kamu bertetap hati untuk berakad nikah, sebelum habis masa
iddahnya. (QS. Al Baqarah 2:235)
Uu laatul ahmaali ajaluhunna an-yada'na hamlahunna. Wanita yang mengandung,
masa iddahnya ialah setelah melahirkan kandungannya. (QS. At Thalaq 65:4)
Sebagai renungan pada diri kita, di zaman Rasulullah ketika itu betapa sangat
mengerikan pelaksanaan hukuman zina. Padahal sang kekasih Allah itu sangat
penyayang dan pengasih orangnya. Beliau sendiri hampir tak percaya ada umatnya
yang masih bisa berbuat nista sedemikian rupa.
Dari Sulaiman bin Buraidah r.a., dari bapaknya, katanya: "Pada suatu ketika,
Ma'iz bin Malik datang kepada Nabi Saw, lalu dia berkata kepada beliau, "Ya
Rasulullah! Sucikanlah aku!" Jawab Rasulullah Saw, "Amboi, kasihan! Pulanglah,
minta ampun kepada Allah dan tobatlah kepada_Nya." Ma'iz pergi, tetapi belum
begitu jauh dia kembali lagi seraya berkata,"Ya Rasulullah! Sucikanlah aku!"
Jawab Rasulullah Saw, "Amboi, kasihan! Pulanglah, minta ampun kepada Allah dan
tobatlah kepada_Nya!" Dan hal itu berulang sampai 4 kali. Pada kali yang
keempat Rasulullah Saw bertanya, "Dari hal apakah engkau harus kusucikan?"
Jawab Ma'iz, "Dari dosa berzina." Rasulullah Saw bertanya kepada para sahabat
yang ada di sekitarnya ketika itu, "Apakah si Ma?iz ini mengidap penyakit
gila?" Jawab para sahabat, "Tidak, ya Rasulullah! Dia tidak gila!" Tanya Nabi
Saw berikutnya, "Apakah dia baru habis minum khamar?" Seorang sahabat berdiri,
lalu membaui Ma'iz, tetapi tidak mencium bau khamar di mulut Ma'iz. Maka
bertanya Rasulullah Saw, kepatuk mereka semua."
Dari 'Imran bin Hushain r.a., katanya: "Seorang perempuan dari suku Juhainah
datang menghadap kepada Nabi Saw. Padahal dia sedang hamil akibat melakukan
zina. Lalu katanya, "Ya, Nabiyallah! Aku telah melanggar hukum; maka
tegakkanlah hukum itu atas diriku!" Karena itu Rasulullah Saw memanggil wali
perempuan itu, lalu beliau bersabda kepadanya, "Rawatlahperempuan ini
sebaik-baiknya. Apabila dia telah melahirkan (dan kondisinya telah baik serta
anaknya ada yang menyusukan/merawat) bawalah dia ke hadapanku!" Perintah Nabi
Saw itu dijalankan oleh walinya sesuai dengan yang diperintahkan beliau.
Setelah perempuan itu melahirkan, maka dia dihadapkan kepada Rasulullah Saw.
Lalu pakaiannya dieratkan (supaya auratnya jangan terbuka ketika pelaksanaan
hukuman). Kemudian Nabi Saw memerintahkan supaya dia dihukum rajam, lalu ia
dirajam. Setelah dia tewas, Nabi Saw melakukan shalat jenazah baginya. Maka
bertanya 'Umar kepada beliau, "Perlukah dia dishalatkan, ya Nabiyallah?
Bukankah dia berzina?" Jawab beliau, "Dia telah Dan jikalau setelah pelaksanaan
hukuman tersebut, Allah Swt (Sang Maha Penerima Tobat, Sang Maha Pengampun dan
Maha Penyayang terhadap hamba-hamba_Nya) masih mengizinkan si pezina dan
pasangan zinanya hidup)...
Diberikannya keputusan yang sangat adil..Yach... Dialah hakim yang
Seadil-adilnya..
Azzaanii laa yan-kihu illaa zaaniyatan au musyrikah, wazzaaniyatu
laayan-kihuhaa illaa zaanin au musyrik, wahurrima zaalika 'alal
mu'miniin.Laki-laki yang berzina tidak akan mengawini melainkan dengan
perempuan yang berzina atau perempuan musyrik. Dan perempuan yang berzina tidak
akan mengawininya melainkan dengan laki-laki yang berzina atau laki-laki
musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang mukmin. (QS. An Nur
24:3)
Namun bisakah ?hukum Allah yang telah jelas dan tegas itu dijalankan?? Jika
tidak, kenapa diantara kita masih saja bisa menatap dunia dengan segala
kenistaan yang kita perbuat, kenapa kita tega menzalimi diri kita
sendiri???Kenapa bisa???!!!
Karena itu...sayangilah dirimu wahai sahabatku..., Karena sungguh !!! Dimana
jiwa ini berada dalam genggaman_NYA. Kita tak punya apa-apa atas diri kita, ...
Sungguh !!! kita ini binasa dan akan sirna bagai fatamorgana... Apa yang ada
pada kita, hanyalah titipan... Semua akan diminta_NYA kembali... Karena itu,
sungguh tak pantas diri kita berbuat "keburukan" walau hanya setitik embun yang
kita kira akan lesap, kering terkena sinar matahari...
Allah sangat mencintai kita..., bisakah kita mencintai_Nya???Mencintai_Nya
dengan menjaga baik-baik jasad yang satu-satunya ini. Dan Rasul sangat
menyayangi kita, jangan biarkan matanya mengabut dan berlinang?Cinta perlu
pengorbanan wahai hamba terkasih Allah... Engkau hanya dimintanya menjaga
dirimu..., bersyukurlah...
Waka ayyin-min-qaryatin 'atat 'an amri rabbihaa warusulihii fahaa sabnaa haa
hisaaban syadiidaa, wa 'azzabnaahaa 'azaban nukraan. Berapa banyak dari
(penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhannya dan rasul-rasul_Nya, maka
Kami perhitungkan dengan perhitungan yang keras, dan Kami mengazabnya dengan
azab yang mengerikan. (QS. At Thalaq 65:8)

ISTRI SOLIHAH

Diposting oleh adi_true | Senin, September 07, 2009 | | 0 komentar »

Pernah suatu hari, pulang dari luar kota. Dalam perjalanan terbayang nanti di rumah akan disambut oleh istri dan anak-anak yang berwajah ceria serta terhidang makanan siap santap, maka dibela-belakan untuk tidak makan dalam perjalanan pulang walaupun lapar.

Tatkala tiba dirumah, angan-angan yang indah
diperjalan buyar tatkala melihat realita yang sebaliknya.

Inilah salah satu gambaran peristiwa kehidupan berumah tangga dan masih banyak lagi peristiwa lainnya yang mewarnai nuansa kehidupan berumah tangga setiap anak manusia.

Mungkin ketika kita akan menikah terdetik dan terangan dipikiran kita bahwa calon istri kita adalah seorang wanita yang sholehah dan paripurna,
dan itulahidola setiap muslim !!. namun tatkala bahtera kehidupan mulai meninggalkan dermaga untuk mengarungi lautan kehidupan berumah tangga, deburan ombak mulai menghamtam sisi-sisi bahtera dan menggoncang kestabilan perjalanannya.

Disaat itulah kita mulaimengetahui akan jati diri istri kita secara transparan. Dari situlah kita mengetahui hakekat sifat fitriah yang
dimilikinya. Dan dari situlah kitamemulai untuk memformat langkah-langkah kehidupan pada paruh perjalanan kehidupan yang kita akan lalui. Inilah seni kehidupan dan dari sinilah dimulai kehidupan yang hakiki.

Istri kita bukanlahlah malaikat yang suci dari kemaksiatan dan bukanlah pula syetan (na'udzubillah min dzalika) yang selalu melakukan kemaksiatan pada kholiknya.

Istri kita adalah manusia seperti kita yang selalu melakukan kesalahan dan kekhilafan sertamemiliki banyak kekurangan. Maka Segala kekurangan,kesalahan dan kekhilafan yang istri kita perbuatan haruslah kita maafkan. Bukankah Allah lebih pemaaf atas kesalahan dan kekhilafan hamba-Nya ?.

'sesungguhnya Allah telah memaafkan karenaku- dari umatku segala perbuatan yang
khilaf dan lupa serta yang dipaksakan atas mereka. 'Istri merupakan amanah dari
Allah swt. Amanah yang akan kita pertanggungjawabkan pada mahkamah Allah di
akherat kelak.

Rosulullah saw telah bersabda, 'Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian bertanggung jawab kepada apa yang dipimpinnya '.

Janganlah kita termasuk orang yang akan diseret oleh istri kita ke neraka karena kelalaian kita dalam membimbing dan membina mereka sehingga kita termasuk golongan yang dilansir Rosulullah saw dalam sabdanya, 'Seseorang wanita
itu apabila di hari akhirat akan menarik empat golongan lelaki bersamanya ke dalam neraka.
Pertama : ayahnya
Kedua : suaminya
Ketiga : abang-abangnya
Keempat : anak lelakinya.

Oleh karena itu bekal kehidupan harus kita siapkan sedini mungkin dengan perbekalan yang terbaik yaitu bekal iman dan ketaqwaan sebagai
lentera kehidupan serta bekal ilmu sebagai pembimbing perjalanan.

Terakhir marilah kitarenungi dan jadikan sabda Rosulullah dibawah ini sebagai motor penggerak demi terciptanya keluarga yang SAMARADA (sakinah, mawaddah, rahmah dan dakwah), '

Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang paling baik pada keluarganya.' (HR. Muslim)

'Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. 25:74)

Wallu'alam bish showab.

Sebab Cinta

Diposting oleh adi_true | Senin, September 07, 2009 | | 0 komentar »

Seorang ibu muda berlari kencang mengejar bis yang berjalan merambat di depan halte di daerah Kebon Nanas, Tangerang, Banten. Saat berlari, ia tidak sendiri. Ia menggendong anaknya yang masih berusia satu tahun. Pundak kecilnya juga masih harus dibebani dengan sekotak alat musik karaoke. Dua beban yang tak menyurutkan laju kencangnya mengejar bis kota, sayangnya bis besar itu hanya menyisakan kepulan asap hitam di wajah wanita pengamen itu.

Si kecil yang digendongnya, hanya bisa menutup mata untuk menghindari kepulan asap yang memerihkan mata. Ia, sungguh takkan pernah mengerti sebab apa dibawa berlari mengejar satu bis ke bis lainnya. Ia, juga takkan pernah memahami, setiap kali ibunya bernyanyi di depan puluhan pasang mata di dalam bis kota. Yang ia tahu hanyalah, terik matahari, atau derasnya hujan, debu jalanan, asap knalpot, aroma bis kota, tatapan iba, dan juga makian penumpang yang terganggu oleh hingar musik ibunya. Semua itu menjadi sahabat sehari-hari si kecil.


Lain lagi dengan pemandangan di Pasar pagi Cikokol, Tangerang, Banten. Pukul 02.00 dini hari, seorang anak berusia tidak lebih tiga tahun terlelap di tengah pasar.


Berselimut angin malam, berteman aroma pasar, si kecil tertidur ditemani hiruk pikuk para aktor pasar; penjual dan pembeli. Sesekali mimpinya tergugah oleh klakson mobil, matanya terbuka melihat sekejap sang ibu yang sibuk melayani pembeli. Kemudian terlelap kembali merajut mimpi indahnya.


Anak pasar itu –kalau boleh disebut begitu- tak pernah tahu sebab apa ibunya menyertakannya dalam aktivitas di pasar dini hari itu. Ia tak pernah benar-benar mengerti kenapa dirinya berada di tengah-tengah tumpukan cabai, bawang, tomat dan sayuran setiap pagi dan melihat transaksi jual beli yang dilakukan ibunya. Saat terbangun dan menemani ibunya, cabai, bawang, tomat itulah sahabatnya. Angin pagi yang menusuk menjadi selimutnya, dan aroma tak sedap pasar becek lah yang kerap mengakrabinya.


Di tempat yang berbeda. Seorang ibu di Bogor naik turun KRL (kereta api listrik) menggendong anaknya yang cacat mental dan fisik, padahal si anak sudah berusia belasan tahun. Anak yang takkan pernah mengerti itu, benar-benar tidak tahu, sebab apa ibunya rela menanggung malu mengemis belas kasih dari penumpang kereta. Si anak juga tak pernah bertanya, “beratkah ibu menggendong saya?”


Masih di kereta yang sama, seorang ibu lainnya menggendong anaknya yang berusia tiga tahun. Si kecil yang lucu dan ramah itu, hanya memiliki sebelah tangan. Ia tak dianugerahi tangan kiri dan dua kaki saat terlahir ke dunia ini. Anak itu, tak pernah memahami kenapa di setiap menit selalu ada tetes air mata di sudut mata ibunya. Si kecil selalu tersenyum, meski air muka ibunya tak pernah menyiratkan bahagia. Senyum sang ibu kerap dipaksakan di depan para penumpang kereta, demi sekeping receh yang diharapnya.


***

Anak-anak itu, memang belum akan mengerti sebab apa ibunya mengejar bis kota, mengakrabi malam di pasar, dan menyusuri gerbong demi gerbong kereta api. Yang mereka tahu hanyalah, mereka tak pernah jauh dari ibunya. Yang mereka rasakan adalah kecupan di kening dan wajah setiap kali sang ibu berkesah tak mendapatkan rezeki. Bahasa kalbu ibu berkata, “sebab cinta, ibu melakukan semua ini nak”.


Sungguh, jika tak karena cinta, langkahnya sudah terhenti. Cintalah yang mengajarkannya untuk menghapus kata “lelah” dan “putus asa” dalam kamus hidup seorang ibu. Masih ragu kah dengan cinta ibu?

By : Anonymouse

Orang Cerdas Adalah Orang Yang Mengingat Akan Kematian

Diposting oleh adi_true | Minggu, September 06, 2009 | | 0 komentar »

Orang Cerdas Adalah Orang Yang Mengingat Akan Kematian, berikanlah waktu anda dan bacalah sampai habis, semoga dapat menjadikan hikmah buat kita semua dan sadar, bahwa kita akan mati dan tinggal menunggu waktunya, Wassalam
INFORMASI PENERBANGAN GRATIS
AL-JENAZAH AIRLINES, LAYANAN PENUH 24 JAM
Bila kita akan 'berangkat" dari alam ini ia ibarat penerbangan ke sebuah negara.
Dimana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur penerbangan, tetapi melalui Al-Qur'an dan Al-Hadist.
Di mana penerbangan bukannya dengan Garuda Airlines, Singapore Airlines, atau US Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines.
Di mana bekal kita bukan lagi tas seberat 23Kg, tetapi amalan yang tak lebih dan tak kurang.
Di mana bajunya bukan lagi Pierre Cardin, atau setaraf dengannya, akan tetapi kain kafan putih.
Di mana pewanginya bukan Channel atau Polo, tetapi air biasa yang suci.
Di mana passport kita bukan Indonesia, British atau American, tetapi Al-Islam.
Di mana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi 'Laailaahaillallah'
Di mana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi Izrail dan lain-lain.
Di mana servisnya bukan lagi kelas business atau ekonomi, tetapi sekedar kain yang diwangikan.
Di mana tujuan mendarat bukannya Bandara Cengkareng, Heathrow Airport atau
Jeddah International, tetapi tanah pekuburan.
Di mana ruang menunggunya bukan lagi ruangan ber AC dan permadani, tetapi ruang 2x1 meter, gelap gulita.
Di mana pegawai imigrasi adalah Munkar dan Nakir, mereka hanya memeriksa
apakah kita layak ke tujuan yang diidamkan.
Di mana tidak perlu satpam dan alat detector.
Di mana lapangan terbang transitnya adalah Al Barzah
Di mana tujuan terakhir apakah Syurga yang mengalir sungai di bawahnya atau Neraka Jahannam.
Penerbangan ini tidak akan dibajak atau dibom, karena itu tak perlu bimbang.
Sajian tidak akan disediakan, oleh karena itu tidak perlu merisaukan masalah alergi atau halal haram makanan.
Jangan risaukan cancel pembatalan, penerbangan ini senantiasa tepat waktunya, ia berangkat dan tiba tepat pada masanya.
Jangan pikirkan tentang hiburan dalam penerbangan, anda telah hilang selera bersuka ria.
Jangan bimbang tentang pembelian tiket, ianya telah siap di booking sejak anda ditiupkan ruh di dalam rahim ibu.
YA!BERITA BAIK!! Jangan bimbangkan siapa yang duduk di sebelah anda.
Anda adalah satu-satunya penumpang penerbangan ini.
Oleh karena itu bergembiralah selagi bisa! Dan sekiranya anda bisa!
Hanya ingat! Penerbangan ini datang tanpa 'Pemberitahuan'.
Cuma perlu ingat!! Nama anda telah tertulis dalam tiket untuk Penerbangan....
Saat penerbangan anda berangkat...tanpa doa Bismillahi Tawakkaltu 'Alallah, atau ungkapan selamat jalan.
Tetapi Inalillahi Wa Inna ilaihi Rajiuun....
Anda berangkat pulang ke Rahmatullah. Mati.
ADAKAH KITA TELAH SIAP UNTUK BERANGKAT?
'Orang yang cerdas adalah orang yang mengingat kematian. Karena dengan kecerdasannya dia akan mempersiapkan segala perbekalan untuk menghadapinya.'
ASTAGHFIRULLAH 3X, semoga ALLAH SWT mengampuni kita beserta keluarga... Amiin WALLAHU A'LAM
Catatan:
Penerbangan ini berlaku untuk segala umur...tanpa kecuali, maka perbekalan lebih baik dipersiapkan sejak dini.....sangat tidak bijak dan tidak cerdas bagi yang menunda-nunda mempersiapkan perbekalannya.
SUARA YANG DIDENGAR MAYAT
Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga hal yaitu:
1. Keluarga
2. Hartanya
3. Amalnya

Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal Bersamanya yaitu;
1. Keluarga dan Hartanya Akan Kembali
2. Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.


Maka ketika Roh Meninggalkan Jasad...Terdengarlah Suara Dari Langit Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, Atau Dunia Yang
Meninggalkanmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan, Atau Kekayaan Yang
Telah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang Telah
Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah
Menguburmu."
Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan....Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat, Mengapa Kini Te rkulai Lemah
Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara
Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, Mengapa Kini Tuli Dari
Seribu Bahasa
Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini Raib Tak
Bersuara"

Ketika Mayat Siap Dikafan...Suara Dari Langit Terdengar Memekik,"Wahai Fulan Anak Si Fulan
Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha
Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan Nun Jauh Tanpa Bekal
Kau Telah Keluar Dari Rumahmu Dan Tidak Akan Kembali Selamanya
Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan."

Ketika MayatDiusung.... Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan
Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Tobat
Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat."

Ketika Mayat Siap Dishalatkan....Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat
Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik
Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk."

Ketika MayatDibaringkan Di Liang Lahat....terdengar Suara Memekik Dari Langit,"Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk
Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini Wahai Fulan Anak Si Fulan...
Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis
Dahulu Kau Bergembira,Kini Dalam Perutku Kau Berduka
Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu
Bahasa."

Ketika SemuaManusia Meninggalkannya Sendirian....Allah Berkata Kepadanya, "Wahai Hamba-Ku.....
Kini Kau Tinggal Seorang Diri
Tiada Teman Dan Tiada Kerabat
Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap..
Mereka Pergi Meninggalkanmu.. Seorang Diri
Padahal, Karena Mereka Kau Pernah LanggarPerintahku
Hari Ini,....
Akan Kutunjukan Kepadamu
Kasih Sayang-Ku
Yang Akan Takjub Seisi Alam
Aku Akan Menyayangimu
Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya".

Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman, "Wahai Jiwa Yang Tenang
Kembalilah Kepada Tuhanmu
Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya
Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba-Ku
Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku"


Rasulullah SAW. menganjurkan kita untuk senantiasa mengingat mati (maut) dan dalam sebuah hadithnya yang lain, belau bersabda "wakafa bi almauti wa'idha", artinya, cukuplah mati itu akan menjadi pelajaranbagimu!

Semoga bermanfaat bagi kita semua, Amiin....